BOJONEGORO, – Dalam upaya membangun desa, tidak hanya perlu fokus pada pembangunan fisik seperti jalan, namun juga harus ada usaha untuk meningkatkan perekonomian penduduk setempat.
Dengan semangat tersebut, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 hadir di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga memperhatikan penguatan ekonomi melalui pelatihan bagi masyarakat.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) telah melahirkan Pelatihan Wirausaha Baru Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian yang diselenggarakan dalam kurun waktu lima hari. Pelatihan ini, yang berlangsung di Balai Desa Kesongo, ditujukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di pedesaan.
Sebanyak 20 peserta yang sebagian besar terdiri dari generasi muda dengan antusias mengikuti pelatihan yang merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) P4 SKJ. Materi yang diajarkan meliputi teknik pengolahan produk pertanian yang higienis, diversifikasi produk, pengemasan modern, serta strategi pemasaran melalui dunia digital.
Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menekankan pentingnya pelatihan ini untuk memberikan manfaat berkelanjutan. Ia berharap, setelah pelatihan, peserta dapat memulai usaha atau bekerja di sektor industri dengan kompetensi yang telah mereka peroleh.
Untuk mendukung keberlangsungan usaha setelah pelatihan, Disperinaker juga telah menyiapkan program pendampingan yang mencakup pengurusan izin usaha serta pendaftaran merek dagang. Hal ini bertujuan untuk memastikan para wirausaha memiliki akses yang luas menuju pasar dan pelatihan lanjutan.
Camat Kedungadem, Sahlan, menggarisbawahi bahwa partisipasi anak muda sangat penting dalam mengubah hasil pertanian desa menjadi produk dengan nilai jual tinggi. Dia juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, pemasaran tidak lagi terhalang oleh jarak.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari strategi non-fisik TMMD. Selain memperbaiki infrastruktur, fokus utama TMMD adalah membangun sumber daya manusia sehingga dampak dari program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan adanya sinergi antara TNI, Pemkab Bojonegoro, desa, dan masyarakat, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan pusat usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berbasis potensi lokal di Desa Kesongo.
