
PAMEKASAN – Program TMMD ke-130 yang dilaksanakan oleh Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui sosialisasi mengenai Keluarga Berencana (KB) Kesehatan, warga diberikan informasi penting terkait imunisasi di Posyandu serta panduan bagi calon pengantin.
Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, di Balai Desa Jarin, merupakan salah satu bagian dari program nonfisik yang dirancang untuk memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran. Kader Bidan Desa Jarin, Jamila Fajnah, menyatakan pentingnya kegiatan sosialisasi ini karena materi yang disampaikan sangat terkait dengan kesehatan anak serta persiapan keluarga baru.
“Hari ini kami mengadakan sosialisasi KB Kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader maupun masyarakat tentang imunisasi di Posyandu dan batas usia untuk calon pengantin,” ucap Jamila saat memberikan penjelasan. Dia juga menjelaskan tentang ketentuan usia menikah yang direkomendasikan, yaitu 21 tahun bagi pria dan 19 tahun untuk wanita, sesuai dengan informasi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut.
Jamila memberikan penghargaan kepada para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Tim TMMD yang telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Jarin. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLKB dan tim TMMD atas sosialisasi ini. Ini penting untuk meningkatkan pengetahuan kader dan warga terkait imunisasi serta usia yang tepat untuk menikah,” tambahnya.
Namun, Jamila juga menyoroti bahwa kepedulian masyarakat terhadap imunisasi masih menjadi isu yang perlu ditangani. Ia mengungkapkan bahwa ada sebagian warga yang masih enggan membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi, dengan berbagai alasan, termasuk kekhawatiran tentang efek samping setelah vaksinasi. “Kekhawatiran yang muncul biasanya berhubungan dengan demam atau efek samping lainnya, bukan karena masalah kehalalan vaksin,” jelasnya.
Melalui program sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya imunisasi dan tidak hanya terfokus pada kemungkinan reaksi negatif, tetapi juga menyadari manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit. Kegiatan nonfisik seperti ini adalah bagian integral dari TMMD untuk pembangunan desa yang holistik, di mana peningkatan infrastruktur disertai dengan peningkatan kualitas hidup dan pengetahuan masyarakat.
