• TMMD
  • Satgas TMMD bersama masyarakat mulai pengecoran jembatan demi akses lebih baik

    Luwu Timur – Warga Dusun Cendana merasa optimis dengan kemajuan pembangunan akses transportasi yang lebih baik. Pada Senin (26/10/2026), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo bersama masyarakat setempat melaksanakan proses pengecoran untuk jembatan beton yang berada di daerah tersebut.

    Kegiatan pengecoran ini menjadi tonggak sejarah penting bagi pembangunan jembatan yang telah terputus selama lima tahun, yang menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat. Jembatan ini sangat dibutuhkan oleh warga agar mobilitas terjalin lebih lancar, termasuk dalam mengakses kebun mereka serta angkutan hasil pertanian ke daerah lain.

    Tim Satgas yang terdiri dari 25 personel dan warga setempat mulai bersiap sejak pukul 07.00 WITA di lokasi proyek. Sebelum memulai pengecoran, mereka melakukan berbagai persiapan teknis penting, seperti rangka besi, tulangan beton, bekisting, dan memastikan semua alat dan material seperti semen, pasir, dan kerikil dalam kondisi siap pakai.

    Pengecoran resmi dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Betons dari mesin molen diangkut dan dituang ke area jembatan secara bertahap, kemudian diratakan dan dipadatkan dengan alat vibrator. Di bawah sinar matahari yang terik, personel TNI dan masyarakat bekerja sama untuk memastikan setiap tahap pengecoran dilakukan dengan terorganisir dan sesuai rencana.

    Peltu Zainuri yang memimpin proses ini menyatakan bahwa setiap langkah pekerjaan diatur dengan cermat untuk memastikan kualitas konstruksi bisa terjaga dengan baik. “Kami dimulai pukul 08.00 WITA dengan dua mesin molen, setiap proses dilakukan bertahap selama pengecoran berlangsung, dari pengadukan hingga pemadatan. Kami berusaha agar jembatan ini dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” tuturnya.

    Warga setempat juga merasakan sukacita yang mendalam atas dimulainya tahap pengecoran ini. Saleh (55), salah satu warga yang tinggal di seberang jembatan menyatakan rasa terima kasihnya. “Telah lima tahun jembatan kami tidak ada. Untuk ke kebun, kami harus melintasi sungai yang jauh, terutama saat hujan. Melihat jembatan mulai dicor hari ini sangat membahagiakan,” katanya.

    Setelah tahap pengecoran, jembatan akan dilanjutkan dengan proses curing agar pengeringan beton berlangsung optimal sebelum difungsikan. Satgas TMMD berharap jembatan ini dapat memudahkan akses masyarakat menuju Parumpanai dan Masamba, serta mendukung aktivitas sehari-hari dan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    2 mins