• TMMD
  • Prada Aril: Kehangatan Desa Jarin Redakan Rindu pada Keluarga di Palu

    PAMEKASAN – Sejak hampir sebulan bertugas di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Prada Muh. Aril tidak pernah merasa seperti seorang pendatang. Prajurit dari Yonif TP 539/Ronggosukowati yang terlibat dalam Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan ini justru merasakan keakraban dan hangatnya sambutan dari penduduk setempat, mirip dengan suasana di kampung halamannya sendiri.

    Dalam perbincangan yang berlangsung pada 3 November di kediaman Pak Dahlawi, lokasi salah satu proyek Rumah Layak Huni (RLH), Aril berbagi cerita mengenai pengalaman menjalankan tugas jauh dari keluarganya yang berada di Sulawesi Tengah. “Saya asli orang Palu,” tuturnya saat membuka pembicaraan.

    Meski terpisah jarak yang cukup jauh dari kampung, rasa rindu itu terobati berkat keramahan dan dukungan dari warga Desa Jarin. Selama masa tugasnya, Aril merasakan langsung bagaimana masyarakat setempat bersinergi dan membantu para prajurit dalam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur.

    “Masyarakat di sini sangat baik dan kerjasamanya sungguh luar biasa. Mereka turut membantu kami dalam kegiatan pembangunan, seperti mengangkat bata dan membuat fondasi. Suasana kampungnya sangat damai, terutama saat kami beristirahat,” imbuhnya.

    Salah satu hal yang paling berkesan bagi Aril adalah perhatian dari masyarakat yang rutin mengantarkan makanan untuk tim Satgas di lokasi proyek. “Setiap kali kami melakukan komunikasi dengan keluarga, saya selalu menceritakan tentang baiknya warga di sini. Mereka sering membawa makanan yang lezat, seperti nasi jagung dan ikan kuah kuning,” katanya.

    Perbedaan bahasa ternyata tidak menjadi halangan dalam menjalankan komunikasi sehari-hari. Ia dan warga lebih banyak berbicara dalam bahasa Indonesia dan Aril juga mulai belajar beberapa ungkapan dalam bahasa Madura dari interaksi yang ada. “Kami berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Bahkan, mereka banyak yang mengajarkan saya bahasa Madura. Sering bersama orang tua di sini membuat saya semakin akrab,” ungkapnya.

    Bagi Aril, penugasan dalam program TMMD kali ini bukan sekadar momen kerja, tapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sambil berkontribusi dalam pembangunan rumah bagi warga.

    Di tengah padatnya kegiatan fisik, Aril memiliki prinsip sederhana untuk menjaga energinya dalam menjalani tugas. “Rahasia tetap bugar adalah dengan bekerja dengan penuh semangat. Jangan terlalu banyak mengeluh, supaya tubuh tetap sehat, terutama saat bekerja dalam pembangunan. Kami juga sering mengonsumsi vitamin,” jelasnya.

    Ketika ditanya harapannya setelah program TMMD berakhir, Aril berharap agar kerjasama dan pengabdian ini dapat berlangsung lebih lama. “Saya ingin sekali program TMMD ini bisa berlanjut, agar kami bisa lebih banyak berkontribusi untuk masyarakat. Yon TP 539 siap mendukung,” tegasnya.

    Saat ini, Prada Aril dan puluhan personel lainnya masih berfokus pada penyelesaian 10 proyek RLH di Desa Jarin. Baginya, tugas di Pamekasan lebih dari sekadar kerja, tetapi juga sebuah kesempatan untuk menemukan keluarga baru di luar kampung halamannya sendiri.

    Dari Palu untuk Jarin, kebersamaan yang terjalin menjadi simbol semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. (Pendim 0826)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    3 mins