Gresik – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 0817/Gresik tidak hanya bertujuan untuk pembangunan fisik, namun juga mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif di masyarakat desa. Hal ini terlihat di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, di mana anggota Satgas TMMD, Kopka Junaedi, belajar tentang kerajinan anyaman pelepah pisang dari Bapak Saeko, seorang pelaku usaha kreatif di setempat, pada Jumat (15/5/2026).
Dalam suasana sederhana di bengkel kerja Bapak Saeko, Kopka Junaedi terlihat antusias mengikuti setiap proses pembuatan kerajinan yang terbuat dari pelepah pisang. Mulai dari seleksi bahan, teknik anyaman, hingga penyelesaian produk yang memiliki nilai seni tinggi seperti meja, kursi, dan dekorasi untuk interior rumah.
Kegiatan ini mencerminkan kedekatan antara TNI dan masyarakat, di mana TNI tidak hanya hadir untuk membantu dalam pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga berkomitmen mendukung perkembangan usaha masyarakat agar semakin dikenal luas.
Kopka Junaedi mengungkapkan bahwa kerajinan anyaman pelepah pisang memiliki potensi ekonomi yang signifikan, karena bahan bakunya mudah didapatkan di lingkungan sekitar. “Kerajinan ini sangat menjanjikan dan ramah lingkungan. Kami berharap usaha seperti ini bisa terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa,” katanya.
Bapak Saeko pun merasa senang atas perhatian yang diberikan anggota Satgas TMMD terhadap usahanya. Ia percaya kehadiran TNI dapat memberikan semangat bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkarya dan berinovasi. “Kehadiran TMMD sangat berarti bagi kami, semoga kerajinan di Desa Slempit bisa semakin maju dan dikenal oleh lebih banyak orang,” tuturnya.
TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
