• TMMD
  • Anggota Satgas TMMD ke-130 Berlatih Perawatan Kakao Bersama Masyarakat Lokal

    LUWU TIMUR — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dilaksanakan oleh Kodim 1403/Palopo membuka peluang bagi para prajurit untuk turut serta dalam pengembangan wilayah serta mendalami kehidupan masyarakat sekitar. Salah satu contoh nyata adalah saat anggota Satgas terlibat dalam aktivitas menyiram tanaman kakao di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.

    Setiap pagi, sebelum memulai pekerjaan fisik, sebagian anggota Satgas menyisihkan waktu untuk mengunjungi area pembibitan kakao milik penduduk lokal. Mereka secara aktif membantu membawa air, menyiram tanaman muda, serta membersihkan area dari rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit kakao.

    Aktivitas ini menjadi momen pengalaman baru bagi banyak prajurit. Salah satu anggota Satgas yang berasal dari Jawa mengungkapkan bahwa kebiasaannya lebih banyak bersinggungan dengan tanaman padi. Keberadaan kakao di Luwu Timur memberikan wawasan baru bagi dirinya mengenai cara perawatan bibit kakao yang baik dan benar.

    “Saya baru pertama kali melihat langsung pohon kakao, Komandan. Di kampung asal saya di Jawa, yang ada hanya padi. Di sini, saya baru tahu kalau bibit kakao itu kecil dan daunnya cukup lebar. Setiap pagi, sekitar jam 05.30, sebelum kegiatan apel, saya bantu Bapak Juma menyiram bibit kakao di belakang rumah,” jelasnya.

    Ia menekankan pentingnya memperhatikan proses penyiraman bibit agar tidak dilakukan sembarangan. Ia mengikuti instruksi dari Juma agar memberikan air dengan takaran yang tepat, sehingga tanaman tetap tumbuh sehat tanpa kelebihan air yang dapat merusak akar.

    Selain itu, kegiatan kolaboratif ini juga menunjukkan pengetahuan yang dimiliki oleh petani lokal dalam merawat tanaman mereka. Di tengah kesibukan mereka sebagai anggota Satgas, para prajurit mendapatkan wawasan langsung dari masyarakat tentang teknik perawatan bibit kakao, yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah tersebut.

    Juma, pemilik kebun kakao berusia 55 tahun, mengungkapkan kegembiraannya atas bantuan yang diberikan oleh para prajurit. Ia menceritakan bahwa ia merawat ratusan bibit kakao yang memerlukan perawatan rutin setiap hari.

    “Setiap hari saya harus menyiram 400 bibit kakao saya, Komandan. Angkat air dari sumur itu melelahkan. Namun, sejak ada TMMD ke-130, setiap pagi Bapak Tentara datang untuk membantu menyiram. Sekarang, bibit saya menjadi lebih segar, tidak ada yang layu karena rajin disiram,” tuturnya.

    Juma berharap semua bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik dan nantinya dapat dipindahkan ke kebun untuk menghasilkan buah kakao. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para prajurit atas bantuan waktu dan tenaga mereka.

    Interaksi yang terjalin antara para prajurit dan petani menggambarkan hubungan yang saling menguntungkan dalam pelaksanaan TMMD. Para prajurit tidak hanya berkontribusi pada program pembangunan, tetapi juga terlibat langsung dengan masyarakat, meninju aktivitas sehari-hari mereka, dan belajar dari pengalaman warga.

    Melalui kegiatan yang tampak sederhana ini, TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berupaya memperkuat rasa gotong royong. Di antara pembangunan jalan, jembatan, bronjong, dan rumah warga, terdapat juga pertukaran pengetahuan serta kedekatan yang menjadi bagian penting dari sinergi antara TNI dan masyarakat.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    3 mins