• TMMD
  • Edukasi Keamanan Pangan Meningkatkan Kesadaran Masyarakat pada TMMD Ke-129

    Desa Kesongo menjadi tempat diadakannya edukasi mengenai keamanan pangan yang ditujukan bagi para penjamah pangan, sebagai bagian dari kegiatan nonfisik dalam program TMMD Ke-129 yang diselenggarakan oleh Kodim 0813/Bojonegoro. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara pengolahan makanan yang aman serta memenuhi standar kebersihan yang berlaku.

    Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai aspek penting, termasuk menjaga kebersihan pribadi saat mengolah makanan, memilih bahan pangan yang sesuai, serta cara penyimpanan makanan yang tepat guna menjaga keamanannya. Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

    Antusiasme yang tinggi terlihat dari para peserta ketika sesi berlangsung, dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat berkomitmen untuk belajar dan meningkatkan keterampilan mereka dalam hal pengolahan makanan yang lebih aman.

    Diharapkan bahwa setelah mengikuti kegiatan edukasi ini, masyarakat mampu untuk menerapkan kebiasaan lebih baik dalam mengolah dan menyimpan makanan. Dengan begitu, hal ini akan berkontribusi pada kesehatan keluarga dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    1 mins
    You May Have Missed
  • TMMD
  • Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat. Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas. Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni. “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni. Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.